Arsitektur & Desain : Apartment 21

Apartment 21 : Narasi Keheningan, Ketepatan Geometri, dan Dialog Material

ARSITEKTUR

Jakarta Design Guy

9/2/20262 min read

Proyek konversi residensial Apartment 21 oleh biro arsitektur asal London, Piercy&Company, yang diabadikan oleh fotografer Jasper Fry, merupakan sebuah studi mendalam mengenai batas-batas spasial dan transisi atmosfer.

Melalui deretan dokumentasi visual ini, kita disuguhkan pendekatan desain yang tidak sekadar menata ulang fungsi denah, melainkan memahat volume ruang dengan ketelitian kriya kayu tingkat tinggi.

Konteks Eksterior & Tipologi Bangunan

Meskipun seluruh visual yang dihadirkan berfokus pada interior, karakter arsitektur luar terekam jelas melalui bahasa bukaan dan proporsinya:

  • Bukaan Vertikal Skala Besar: Jendela-jendela berukuran masif dengan proporsi plafon tinggi (double-height feel) mengindikasikan bahwa apartemen ini menempati bangunan bernuansa industri/gudang era Victoria atau bangunan warisan arsitektur (heritage conversion) khas London.

  • Filter Cahaya Pesisir Urban: Penggunaan tirai sheer linen setinggi bukaan dinding menyaring sinar matahari luar kota secara lembut, mengaburkan hiruk-pikuk fasad eksterior dan menciptakan mikrokosmos interior yang kontemplatif

2. Ketegangan Kontras: Skema Monastic Dark vs. Luminous Light

Piercy&Company memainkan ritme emosional penghuni melalui transisi chiaroscuro:

  • Zona Kompresi (Lorong Gelap & Koridor): Dinding dan plafon dibalut warna abu-abu arang pekat (charcoal matte), menghadirkan pengalaman spasial yang intim, tenang, dan tertutup layaknya sebuah galeri privat.

  • Zona Pelepas (Ruang Komunal & Studio): Ketika melangkah ke area utama, palet berubah menjadi putih bersih dengan lantai beton poles abu-abu netral, dibanjiri cahaya alami yang menyegarkan.

. Karakter Materialitas & Detail Kurasi

  • Dapur Niche Terintegrasi: Bukaan dinding persegi panjang membingkai area memasak layaknya sebuah diorama. Countertop kayu solid tebal dipadukan dengan rak ambalan tunggal dan gantungan peralatan tembaga/kuningan yang jujur.

  • Area Sanitari & Wastafel: Dinding dilapisi ubin keramik persegi panjang bertekstur vertikal dalam rona hijau-zaitun/antrasit gelap. Dipadukan dengan wastafel balok batu alam/beton masif (concrete trough sink), keran hitam matte, serta cermin lengkung bersuspensi kayu.

  • Studio Kerja & Sentuhan Desain Ikonik: Ruang kerja personal memanfaatkan papan pinboard kayu untuk sketsa artistik, dipadukan dengan kursi kayu pahat bernuansa Skandinavia/Jepang, lampu meja Snoopy karya Achille & Pier Giacomo Castiglioni, hingga tangga kayu vertikal (library ladder) yang fungsional.