Interior Desain : Casa POP
Casa POP : Dekonstruksi Tipologi Standar, Sinematografi Warna, dan Arsip Memori Urban
INTERIOR DESIGNS
Jakarta Design Guy
9/11/20263 min read


Setiap ruang tinggal sejatinya adalah cerminan dari manusia yang menghuninya, menolak gagasan usang bahwa ada "pengguna standar" untuk tipologi hunian yang seragam. Di Vicálvaro, kawasan timur Madrid, Room Blog menengok Casa POP, sebuah transformasi apartemen seluas 78 meter persegi di lantai enam kompleks residensial era 2000-an.
Berangkat dari denah kaku berlorong sempit peninggalan regulasi masa lampau yang dirancang untuk keluarga biner konvensional, proyek ini dirombak total bagi pasangan Ángel dan Santiago—seorang guru bahasa-sastra dan perawat rumah sakit pencinta seni—menjadi lanskap domestik yang cair, hedonis, cerah, dan kaya akan dialog sinematik layaknya sekuens visual film-film Pedro Almodóvar.




Koreografi Spasial Bentuk-U dan Lima Semesta Warna Imersif
Transformasi Casa POP mereduksi sekat-sekat isolatif melalui tata letak melingkar berbentuk huruf U (U-shaped layout) yang berporos searah jarum jam mengelilingi inti penyimpanan terpusat. Pendekatan ini meleburkan batas kaku antarprogram domestik—mulai dari menyambut tamu, meracik rasa di dapur hijau marmer, bersantap, hingga beristirahat di kamar tidur dengan ruang ganti kuning lemon—ke dalam lima zona warna monokromatis yang berani.
Dinding, langit-langit, hingga perabot di setiap zona diselimuti warna penuh secara imersif, mengadopsi kemewahan taktil mansion Eropa abad ke-18 dan 19 namun diterjemahkan dengan sensibilitas kontemporer yang merayakan aspek sensorik di tengah dinamika kota.




Arsip Kolektif Rak Hijau Opal dan Transparansi Lentera Malam
Jangkar spasial hunian ini diwujudkan melalui rak buku masif setinggi plafon berlapis pernis hijau opal (opal green) yang membentang di sepanjang ruang komunal. Menampung hampir 1.500 buku serta memorabilia sastra Federico García Lorca, elemen kriya kustom ini bertindak sebagai kulit arsitektural sekaligus arsip biografi hidup penghuninya.
Rak tersebut menyembunyikan sistem pintu geser translusen yang fleksibel mengaburkan batas privat dan publik: saat terbuka, ruangan menyajikan diagonal visual lapang menembus lanskap Madrid; saat tertutup di malam hari, kamar-kamar bertransformasi layaknya lentera berpendar lembut yang membiaskan cahaya temaram ke penjuru interior..




Reduksi Perabot Kriya dan Narasi Sinematik yang Personal
Alih-alih memenuhi ruang dengan kepemilikan material berlebih, rancangan ini menyaring perabot esensial menjadi empat elemen utama: meja, sofa, kursi lengan, dan tempat tidur, yang dipadukan dengan kriya kustom seperti headboard keramik kuning di kamar tidur serta meja kerja personal.
Terinspirasi dari salah satu bingkai visual ikonis film The Room Next Door, perpaduan kontras rona merah dan hijau diterjemahkan sebagai bahasa arsitektur yang berjiwa. Casa POP akhirnya membuktikan bahwa hunian sejati bukan sekadar susunan dinding mati penampung rutinitas, melainkan sebuah panggung naratif tempat memori, obsesi seni, dan ritme waktu penghuninya dirayakan secara puitis.
Room Blog
ArchitecturesIInterior DesignILocal Brands
Contact
Newsletter
roomblogofficial@gmail.com
+62-821 1134-4042
© 2026. All rights reserved.