Room Blog Visit : Nagarey
Mengurasi Perlengkapan Rumah Lewat Taktilitas Kriya dan Surga Perabot Buatan Tangan di NAGAREY
ROOM BLOG VISIT
Jakarta Design Guy
10/1/20262 min read


Menyusuri jalanan Meruya Utara di barat Jakarta selalu menyimpan kejutan tersendiri di balik lanskap urban yang sibuk. Perjalanan kali ini membawa Room Blog menemukan sebuah suaka perabot dan perlengkapan rumah yang berdiri dengan satu prinsip mendasar: merayakan kejujuran material dan keaslian karya buatan tangan.
Jauh dari atmosfer gerai furnitur komersial perkotaan yang kerap terasa steril, seragam, dan berjarak, NAGAREY Home Accessories & Furniture menghadirkan pengalaman spasial yang membumi. Di sini, setiap sudut tidak diperlakukan sebagai etalase penjualan belaka, melainkan sebuah ruang temu tempat kehangatan serat alami, ketelatenan para perajin lokal, dan kepekaan kurasi interior berpadu membentuk narasi hunian yang bernyawa.




Fasad Bernapas: Sambutan Hangat di Tepi Meruya
Kesan pertama selalu bertumpu pada bagaimana sebuah bangunan menyapa lingkungannya. Di NAGAREY Home Accessories & Furniture, sambutan tersebut terasa begitu bersahaja lewat perpaduan fasad kayu hangat dan tekstur semen ekspos.
Kontras material ini mematahkan kesan showroom modern yang kerap terasa kaku, menciptakan impresi awal yang ramah sekaligus mengundang siapa pun yang tengah mencari elemen pengisi rumah dengan karakter autenti




Galeri Kuratorial: Dialog Material dan Kriya Nusantara
Melangkah melewati ambang pintu, ruang ritel ini segera menjelma layaknya sebuah cabinet of curiosities. Di atas hamparan meja kayu solid bertepi alami (live-edge), tersaji komposisi objek kriya yang dikurasi secara cermat—mulai dari vas keramik bermotif mozaik, wadah saji kayu pahat tangan, patung kaktus rotan, hingga ornamen kalung kerang tribal. Setiap sudutnya merawat nilai seni buatan tangan, menegaskan bahwa jiwa sebuah hunian berakar pada kehangatan tekstur dan napas kriya lokal.




Eksplorasi Spasial: Meniti Jenjang Menuju Mezzanine
Menjelajah lebih jauh ke area belakang, alur ruang mengalir dinamis saat struktur tangga baja hitam membimbing langkah menuju area mezzanine terbuka. Sudut atas ini memamerkan koleksi tekstil etnik, bantal duduk berserat anyam alami, hingga perabot gantung yang fungsional.
Desain tata letak vertikal ini tidak sekadar memaksimalkan ruang, tetapi juga memberi gambaran nyata tentang bagaimana proporsi furnitur dan ornamen dekoratif berinteraksi secara harmonis dengan volume arsitektural.
Room Blog
ArchitecturesIInterior DesignILocal Brands
Contact
Newsletter
roomblogofficial@gmail.com
© 2026. All rights reserved.