Weekend Itinerary : di Tengah Kebun

di Tengah Kebun: Ruang, Suara, dan Aksara: Menemukan Kembali Ketenangan

WEEKEND ITINERARY

Jakarta Design Guy

5/28/20263 min read

Memasuki akhir pekan, hiruk-pikuk rutinitas mingguan sering kali menyisakan rasa lelah yang menumpuk. Bagi Anda yang mencari ruang untuk melakukan recharge energi tanpa harus menjauh dari bisingnya kota, kami menemukan sebuah permata tersembunyi yang ideal: di Tengah Kebun.

Bersembunyi di tengah asrinya rimbun kebun salak, tempat ini menjadi oase sempurna bagi siapa saja yang merindukan ritme lambat dan kedekatan dengan alam.

Ruang Baca & Dengar yang Intim

Lebih dari sekadar tempat singgah, di Tengah Kebun menghadirkan konsep ruang baca dan dengar yang sangat intim dan menenangkan. Untuk menjaga kualitas ketenangan tersebut, setiap sesi kunjungan dibatasi maksimal hanya untuk 10 orang. Hal ini memberikan ruang bagi setiap pengunjung untuk saling mengenal dan meresapi suasana secara utuh.

Bagi para bibliophile, kami mengapresiasi kurasi literatur yang disediakan, mencakup buku sastra, sejarah, bisnis, ekonomi, hingga sosial. Anda bisa menemukan karya fiksi dari Pramoedya Ananta Toer, Haruki Murakami, dan Eka Kurniawan, hingga literatur sejarah dari Peter Carey dan W.F Wertheim, serta buku bisnis dari Stiglitz.

Anda juga dipersilakan membawa buku yang lama tertumpuk di rumah, lalu mencari sudut paling nyaman di bawah pohon rindang untuk kembali tenggelam dalam cerita. Di sudut lain, pengalaman audio analog siap memanjakan telinga melalui koleksi CD dan vinyl dari musisi nasional hingga internasional.

Dari nada-nada Perunggu, Diskoria, Naif, Sade, Oasis, hingga Daft Punk, semuanya diputar secara analog. Perpaduan amplifier Marantz 1150, vinyl player Audio Technica AT-LP3XBT, serta keluaran suara dari speaker JBL 4311 dan Sony Carbocon SS-636 berpadu harmonis dengan melodi alam, di mana Anda masih bisa mendengar suara jangkrik dan gemerisik dau

Menghidupi Ekosistem Berkelanjutan (Sustainable Living)

Satu hal yang membuat kami semakin mengapresiasi ruang ini adalah langkah nyata mereka dalam mendukung kehidupan berkelanjutan (sustainable living).

Seluruh operasional dan fasilitas di sini secara total ditenagai oleh panel surya (solar panel). Sistem pengolahan sampah organik dan non-organiknya pun dikelola dengan sangat bijak melalui kerja sama dengan ibu-ibu Bank Sampah Srikandi di Yogyakarta.

📌 Panduan Berkunjung (Weekend's Itinerary Info) Waktu Operasional: Buka pada setiap minggu pertama dan ketiga, menyesuaikan antara hari Sabtu atau Minggu.

Tema kunjungan bergantian antara sesi dengar dan sesi baca. Informasi jadwal buka akan selalu diperbarui di Instagram dan Threads di Tengah Kebun. Sesi Kunjungan (Wajib Reservasi): Terbagi menjadi sesi pagi (09.00 – 12.30 WIB) dan sesi siang (14.00 – 17.00 WIB).

Reservasi wajib dilakukan karena pembatasan 10 orang per sesi. Aturan Ruang (House Rules): Pengunjung diharapkan senantiasa menjaga ketenangan.

Tidak diperkenankan membawa hewan peliharaan, dilarang merokok di area dalam rumah, dan tidak boleh membawa makanan/minuman dari luar (kecuali tumbler air putih).

Fasilitas:

Tersedia area parkir motor di dalam dan area parkir mobil di halaman depan. Fasilitas musholla terletak di samping kolam renang, dan toilet tersedia di bagian belakang.

Jadi, siapkan buku bacaan Anda, kenakan pakaian paling nyaman, dan luangkan akhir pekan ini untuk merayakan jeda di Tengah Kebun. Karena terkadang, produktivitas terbaik di hari libur adalah tidak melakukan apa-apa selain merawat jiwa.

Sajian Hangat & Sistem Kontribusi

Fleksibel Menemani waktu santai, tempat ini menyajikan pilihan kopi manual brew (panas maupun dingin), mocktail, dan teh bagi Anda yang tidak meminum kopi.

Untuk camilan ringan, Anda bisa memesan roti bakar atau french fries. Menariknya, mereka menerapkan mekanisme pay as you wish untuk sistem pembayaran. Konsep apresiasi sukarela ini sengaja dipilih agar ruang terbuka ini tetap inklusif dan dapat dinikmati lebih banyak orang tanpa terikat oleh target komersial tertentu.